Ledakan di Simo Boyolali Diduga dari Obat Petasan yang Diracik Korban
Ledakan di Simo Boyolali Melukai Remaja yang Meracik Obat Petasan di Dapur Rumah

Polisi Menyelidiki Ledakan yang Terjadi Saat Korban Meracik Obat Mercon
Ledakan terjadi di wilayah Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin sore, 26 Januari 2026, dan mengakibatkan seorang remaja mengalami luka bakar serius. Kepolisian menduga ledakan tersebut berasal dari obat petasan yang diracik sendiri oleh korban di dalam rumah orang tuanya.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan bahwa jajarannya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab ledakan.
Ledakan Terjadi Saat Korban Meracik Obat Petasan di Dapur
Ledakan itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di Dukuh Bendungan, Desa Bendungan, Kecamatan Simo. Korban diketahui bernama Ilham Dino Saputra, 18 tahun, yang saat kejadian tengah meracik obat mercon di dapur rumah milik orang tuanya, Samsudin, 49 tahun. Korban masih tinggal bersama orang tua dan adiknya karena belum berkeluarga.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan indikasi kuat bahwa ledakan muncul ketika korban mencampur bahan-bahan obat petasan tanpa pengetahuan yang memadai. Aktivitas tersebut dilakukan seorang diri tanpa diketahui oleh anggota keluarga lainnya.
Korban Mengalami Luka Bakar dan Dirawat Intensif di Rumah Sakit
Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dan kaki. Selain melukai korban, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada pintu dan sebagian atap dapur rumah.
Petugas segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang cukup serius.
Polisi Menemukan Bahan Obat Mercon yang Dibeli Secara Online
Dalam olah TKP, polisi menemukan sejumlah bahan yang diduga digunakan korban untuk meracik obat petasan. Barang bukti yang diamankan antara lain arang, belerang, serta bahan lain yang lazim digunakan dalam pembuatan mercon. Kapolres Boyolali menyebut seluruh bahan tersebut diperoleh korban melalui pembelian daring.
Penyelidikan juga mengungkap bahwa korban mempelajari cara meracik obat petasan dari media sosial. Korban diketahui baru pertama kali mencoba meracik bahan tersebut dengan rencana untuk memperjualbelikannya.
Polisi Menegaskan Ledakan Dipicu Minimnya Pengetahuan Teknis Korban
AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan bahwa ledakan diduga kuat terjadi akibat minimnya pengetahuan teknis korban dalam meracik obat petasan. Ketidaktahuan terhadap takaran dan cara pencampuran bahan membuat reaksi berbahaya tidak dapat dikendalikan hingga memicu ledakan.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk melengkapi penyelidikan dan memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa tersebut, sembari mengimbau masyarakat agar tidak mencoba meracik bahan berbahaya secara mandiri.
