Ketel Pabrik Tahu di Malang Meledak, Satu Pekerja Terhempas 3 Meter dan Tewas
Ketel Pabrik Tahu di Malang Meledak dan Tewaskan Seorang Pekerja

Ledakan Ketel Terjadi Saat Pekerja Menyiapkan Proses Produksi
Sebuah ketel pabrik tahu di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meledak pada Sabtu (31/1/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Ledakan tersebut menewaskan seorang pekerja bernama Purnomo (50), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menyampaikan bahwa korban berada sangat dekat dengan ketel ketika ledakan terjadi. Posisi korban diketahui berada di sisi timur ketel sehingga terkena dampak langsung dari ledakan tersebut. Akibatnya, korban terhempas sejauh kurang lebih tiga meter dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Polisi Jelaskan Spesifikasi Ketel yang Meledak
Sunarko menjelaskan bahwa ketel yang meledak terbuat dari plat besi dengan kapasitas sekitar 700 liter. Ketel tersebut memiliki tinggi sekitar 1,20 meter dan diameter kurang lebih 70 sentimeter. Peralatan itu digunakan untuk memasak air dalam proses produksi tahu dengan bahan bakar kayu.
Ketel tersebut juga dilengkapi alat pengukur tekanan otomatis yang berfungsi untuk membuang uap saat tekanan meningkat. Meski demikian, ledakan tetap terjadi dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan memastikan faktor pemicu ledakan.
Saksi Sebut Korban Baru Bekerja Tiga Bulan
Saksi mata sekaligus rekan kerja korban, M Saiful (57), mengungkapkan bahwa Purnomo baru sekitar tiga bulan bekerja di pabrik tahu tersebut. Pada hari kejadian, korban sudah berada di pabrik sejak pukul 05.30 WIB untuk menyiapkan pengapian ketel sebelum proses produksi dimulai.
Sekitar pukul 06.00 WIB, uap mulai terbentuk di dalam ketel. Saat itu, Saiful berada di ruangan lain untuk menggiling kedelai, sementara korban tetap berada di area ketel. Lima menit kemudian, Saiful mendengar suara ledakan keras dari arah ketel. Setelah situasi memungkinkan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa akibat dampak ledakan.
Polisi Lanjutkan Penyelidikan Kecelakaan Kerja
Pihak kepolisian memastikan akan melanjutkan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan ketel tersebut. Insiden ini menjadi perhatian karena pabrik tahu tersebut diketahui beroperasi setiap hari dan ketel digunakan secara rutin dalam proses produksi.
