Akhir Hidup Tragis Mahasiswa di Jalanan Bandung
Kecelakaan Dini Hari di Jalan AH Nasution Bandung Merenggut Nyawa Mahasiswa

Polisi Menangani Tabrakan Motor dan Mobil Blind Van di Mandalajati
Keheningan dini hari di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, berubah menjadi tragedi setelah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang mahasiswa. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 03.15 WIB, tepat di depan bangunan LPTQI Nomor 247, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat dan kendaraan roda empat Daihatsu Blind Van. Sepeda motor dikendarai DMR, warga Cibeunying Kidul, sementara mobil Blind Van dikemudikan Ahmad Jaelani, warga Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Benturan keras antara kedua kendaraan terjadi dalam waktu singkat namun berdampak fatal.
Pengendara Motor Kehilangan Kendali dan Masuk Jalur Berlawanan
Polisi menjelaskan kronologi kecelakaan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara. Saat itu, DMR melaju dari arah Cibiru menuju Cicaheum dengan kecepatan normal. Namun, ketika tiba di depan bangunan LPTQI, sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng.
Kondisi tersebut membuat kendaraan korban melewati garis marka tidak terputus dan masuk ke jalur kanan yang berlawanan arah. Pada saat bersamaan, Daihatsu Blind Van yang dikemudikan Ahmad Jaelani melaju dari arah Cicaheum menuju Cibiru. Tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan Keras Menewaskan Korban di Lokasi Kejadian
Akibat benturan tersebut, tubuh pengendara motor terpental dan tergeletak di badan jalan. Petugas kepolisian dan tim medis yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka berat yang dialaminya.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, memastikan bahwa korban meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi Menyimpulkan Faktor Kelalaian sebagai Penyebab Utama
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan. Polisi menduga korban tidak berkonsentrasi saat mengendarai sepeda motor sehingga kehilangan kendali.
AKP Fiekry menegaskan bahwa kondisi kendaraan dan lingkungan sekitar tidak berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Polisi memastikan kedua kendaraan dalam kondisi layak jalan, cuaca cerah, serta permukaan jalan beraspal kering dan berada dalam kondisi baik. Selain itu, lebar jalan sekitar tujuh meter dengan marka dan median yang jelas serta tidak terdapat persimpangan di sekitar lokasi kejadian.
