Kecelakaan Kerja, Jari dan Pergelangan Tangan Buruh Pabrik Bakso di Blitar Hancur
Kecelakaan Kerja Menghancurkan Jari dan Pergelangan Tangan Buruh Pabrik Bakso di Blitar

Mesin Penggiling Daging Menarik Tangan Pekerja Saat Proses Produksi Berlangsung
Kecelakaan kerja serius terjadi di sebuah pabrik bakso skala rumahan di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026). Seorang buruh pabrik bernama M Syarif (19) mengalami luka parah setelah jari dan pergelangan tangan kanannya terseret masuk ke mesin penggiling daging ayam saat bekerja.
Peristiwa itu terjadi ketika Syarif menjalankan aktivitas rutin menggiling daging ayam sebagai bahan baku pembuatan bakso. Saat memasukkan daging ke dalam lubang mesin penggilingan, jari tangan kanan korban tersangkut dan langsung tertarik ke dalam mesin yang sedang beroperasi. Kondisi tersebut membuat korban tidak sempat menarik tangannya kembali.
Korban Mematikan Mesin Namun Tangan Sudah Terlanjur Masuk
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar menjelaskan bahwa korban masih sempat menekan tombol pemutus mesin menggunakan tangan kirinya. Namun, upaya tersebut tidak mampu mencegah cedera parah karena tangan kanan korban sudah masuk terlalu dalam ke bagian penggilingan.
Pisau penghancur daging yang berada di dalam mesin langsung menggerus jari hingga area pergelangan tangan kanan korban. Akibatnya, bagian tangan tersebut mengalami kerusakan berat. Korban berteriak meminta tolong hingga rekan-rekan kerjanya berdatangan ke lokasi kejadian.
Tim Damkar dan Medis Mengevakuasi Korban dari Mesin
Rekan kerja korban tidak berhasil mengeluarkan tangan Syarif dari mesin karena posisi tangan yang terjepit di dalam lubang penggilingan. Situasi tersebut mendorong pihak pabrik meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan tim medis.
Petugas Damkar bersama tenaga medis akhirnya berhasil mengeluarkan tangan korban dari mesin dengan peralatan khusus. Setelah proses evakuasi selesai, tim medis langsung memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Polisi Menilai Kelalaian dan Ketiadaan Pengaman Picu Kecelakaan
AKP Samsul Anwar menegaskan bahwa kecelakaan kerja tersebut terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat bekerja. Selain itu, mesin penggilingan daging yang digunakan tidak dilengkapi alat pengaman untuk mencegah tangan pekerja tersedot ke dalam mesin.
Korban juga diketahui tidak menggunakan perlengkapan pelindung tangan saat menjalankan proses produksi. Polisi mengingatkan pemilik usaha rumahan untuk memperhatikan standar keselamatan kerja guna mencegah kecelakaan serupa terulang.
