Pelajaran Penting dari Elf Terguling Tewaskan 6 Orang di Majalengka

Kecelakaan Elf di Majalengka Tewaskan Enam Orang dan Ungkap Bahaya Sopir Kelelahan

Para korban laka maut di Majalengka saat dibawa pulang ambulans ke Karawang.

Pengemudi Kehilangan Kendali di Jalan Licin dan Menurun di Cingambul

Kecelakaan maut melibatkan mobil Isuzu Elf terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 23.05 WIB. Kendaraan tersebut mengangkut rombongan keluarga asal Karawang yang tengah dalam perjalanan pulang.

Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Surya Renata menjelaskan bahwa mobil melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing saat insiden terjadi. Ketika melintasi jalan yang licin, menurun, dan menikung tajam, pengemudi diduga mengantuk serta mengalami kelelahan.

Kondisi itu membuat kendaraan kehilangan kendali hingga oleng ke sisi kanan jalan. Selanjutnya, mobil masuk ke parit di pinggir jalan dan terguling dengan posisi roda berada di atas.

Rombongan Menempuh Perjalanan Panjang Tanpa Istirahat Sejak Pagi

Seorang penumpang selamat, Ratna Wulan, mengungkapkan bahwa rombongan memulai perjalanan sejak Minggu pagi pukul 06.00 WIB menuju wilayah Ciamis untuk berziarah. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan wisata ke Pangandaran.

Perjalanan berlanjut tanpa jeda panjang hingga sore hari. Rombongan kemudian meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat kembali ke Ciamis pada malam hari untuk makan serta mengambil barang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Ratna menyebut sebagian penumpang sempat meminta sopir untuk beristirahat terlebih dahulu. Namun, sopir tetap melanjutkan perjalanan karena kendaraan sudah memiliki jadwal sewa berikutnya.

Kecelakaan Menewaskan Enam Orang dan Mengejutkan Keluarga Korban

Insiden tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban yang sebelumnya menjalani perjalanan liburan bersama.

Selain korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan sejumlah penumpang lain mengalami luka-luka. Petugas segera melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para korban di lokasi kejadian.

Ahli Mengingatkan Pengemudi Harus Istirahat untuk Mencegah Microsleep

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menegaskan bahwa pengemudi harus beristirahat secara berkala selama perjalanan jauh. Ia menyarankan pengemudi berhenti setiap dua hingga tiga jam untuk beristirahat sekitar 15 hingga 30 menit.

Jusri menjelaskan bahwa kelelahan dapat menurunkan konsentrasi serta memperlambat respons terhadap kondisi jalan. Situasi ini berisiko memicu microsleep yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Ia juga mendorong penggunaan sopir cadangan dalam perjalanan jarak jauh. Dengan begitu, pengemudi utama dapat bergantian beristirahat sehingga kondisi tetap prima selama berkendara.