Usai Kasus Wisatawan Tewas, Keamanan Pesisir Sukabumi Dievaluasi
Polisi Mengevaluasi Keamanan Pesisir Sukabumi Usai Dua Wisatawan Tewas Terseret Arus

Tim gabungan menutup operasi pencarian dan memperketat pengamanan pantai Sukabumi
Polres Sukabumi menutup operasi pencarian wisatawan yang terseret arus di Pantai Sunset, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 20 Januari 2026. Penutupan operasi dilakukan setelah nelayan jaring menemukan jasad Angga, wisatawan asal Bogor berusia 28 tahun, di perairan Pajagan, Desa Cikahuripan, sekitar dua hingga tiga kilometer dari lokasi awal korban dinyatakan hilang.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyampaikan belasungkawa atas musibah yang merenggut nyawa dua wisatawan tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut keselamatan pengunjung kawasan wisata pantai.
Kapolres Sukabumi mengapresiasi kerja tim pencarian meski cuaca ekstrem
AKBP Samian menjelaskan bahwa proses pencarian sempat menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Meski demikian, ia mengapresiasi kolaborasi antara Polri, Basarnas, masyarakat, dan unsur terkait lainnya yang berhasil menemukan seluruh korban dalam waktu dua hari.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut membuktikan kesiapsiagaan aparat dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah pesisir. Ia menilai respons cepat menjadi kunci penting dalam penanganan kecelakaan laut di kawasan wisata.
Polres Sukabumi menggelar evaluasi lintas sektor untuk mencegah kejadian berulang
Usai kejadian tersebut, Polres Sukabumi langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama TNI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha wisata. Evaluasi ini bertujuan memperkuat sistem pengamanan pesisir agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Sukabumi.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap wisatawan pulang dengan pengalaman positif, bukan membawa trauma atau musibah. Oleh karena itu, pengawasan di kawasan pantai akan ditingkatkan, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Kepolisian menyiapkan pembatas fisik di zona berbahaya pantai
Dalam evaluasi tersebut, kepolisian mencatat masih banyak wisatawan yang mengabaikan imbauan petugas, khususnya pengunjung dari luar daerah seperti Bogor, Jakarta, dan Kota Sukabumi. Banyak di antara mereka tetap nekat bermain air meski kondisi pantai berbahaya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Sukabumi berencana memasang pembatas fisik berupa tali di zona merah. Pembatas akan dipasang menghubungkan bendera merah di titik rawan guna mencegah wisatawan memasuki area berbahaya.
Dinas Pariwisata diminta memperkuat edukasi keselamatan wisata pantai
Kapolres Sukabumi juga meminta Dinas Pariwisata untuk memperketat edukasi keselamatan kepada pelaku usaha wisata agar mematuhi standar operasional prosedur. Wisatawan diharapkan mendapatkan informasi jelas mengenai kondisi pantai dan potensi bahaya sebelum beraktivitas.
Selain pemasangan pembatas, aparat gabungan akan terus disiagakan di lokasi strategis untuk memberikan imbauan langsung dan merespons cepat apabila terjadi keadaan darurat, mengingat ombak dapat datang tiba-tiba dan memicu kepanikan.
