Cerita Korban Jembatan Putus di Sukabumi, Terjatuh Lalu Terhimpit Motor

Warga Sukabumi Terjatuh dan Terhimpit Motor Saat Jembatan Gantung Ambruk

Tutang saat menceritakan momen jembatan putus

Tutang Ceritakan Momen Horor Saat Jembatan Putus

Tutang Suryadi, warga Sukabumi, menceritakan pengalaman menegangkan ketika jembatan gantung di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, tiba-tiba ambruk. Kejadian itu berlangsung saat Tutang hendak menyeberangi jembatan untuk mengikuti pemilihan kepala desa Pergantian Antar Waktu (PAW) di Desa Sumberjaya pada Kamis, 2 April 2026. Ia sempat terjatuh dan terjepit motor di tengah sungai yang sedang pasang.

Dalam perjalanan, Tutang bersama 18 warga lainnya merasakan jembatan tidak stabil saat dilalui kendaraan secara bersamaan. Ia sempat berhenti di tengah jembatan untuk memastikan kendaraan di depannya aman, namun ketika melanjutkan perjalanan, jembatan mendadak putus. Tutang langsung terjatuh, dan motor yang dikendarainya menimpa tubuhnya sehingga ia tidak bisa bergerak.

Tutang Lihat Rekan dan Balita Terjebak di Sungai

Saat kejadian, Tutang menyaksikan lima motor lain ikut terjatuh ke sungai, termasuk satu motor yang terbawa arus. Ia spontan berteriak minta tolong ketika melihat anak dari rekannya terjebak di air dan istrinya ikut jatuh. Berkat bantuan warga di pinggir sungai, seluruh korban, termasuk anak-anak dan keluarganya, berhasil diselamatkan meski mengalami luka ringan.

Camat Pastikan Korban Mendapat Perawatan dan Koordinasi Perbaikan

Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, menjelaskan jembatan yang ambruk merupakan infrastruktur vital yang dibangun TNI pada 2022. Ia menegaskan mayoritas korban adalah pemilih PAW Desa Sumberjaya. Semua korban telah mendapat perawatan medis di Puskesmas Tegalbuleud. Pihaknya kini berkoordinasi dengan BPBD dan PU untuk memulihkan akses transportasi warga.

Sementara perbaikan belum selesai, warga terpaksa menggunakan perahu atau jalur darat yang lebih jauh untuk melewati sungai. Tutang mendesak pemerintah agar segera membangun kembali jembatan karena menjadi satu-satunya akses utama bagi warga Cilampahan menuju desa lain.