Momen Ngeri Elf PMI Magelang Terguling Saat Pulang Operasi SAR Gunung Slamet
Elf PMI Kota Magelang Terguling Saat Pulang Operasi SAR Gunung Slamet

Relawan PMI Mengalami Kecelakaan Tunggal di Jalur Curam Purbalingga
Mobil Isuzu Elf milik Palang Merah Indonesia Kota Magelang mengalami kecelakaan tunggal saat membawa relawan pulang dari operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan Gunung Slamet. Insiden tersebut terjadi di Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 16.45 WIB.
Rombongan relawan berangkat dari Basecamp Dipajaya menuju Basecamp Bambangan setelah operasi SAR dinyatakan selesai. Kendaraan kemudian melintasi jalur Bambangan yang dikenal memiliki kontur menurun dan curam. Dalam perjalanan itu, mobil tiba-tiba berjalan tidak terkendali hingga akhirnya terguling.
Rem Kendaraan Tidak Berfungsi Saat Melintasi Turunan
Salah satu penumpang, Sugeng Karyono (60), mengungkapkan bahwa kendaraan mulai mengalami gangguan pengereman saat melewati turunan panjang. Ia menjelaskan bahwa sopir berusaha menjaga kendali dengan mengarahkan kendaraan secara zig-zag agar laju mobil berkurang.
Sugeng yang duduk di bagian belakang sempat mengira manuver tersebut dilakukan secara sengaja. Namun, kondisi berubah mencekam ketika mobil terus melaju tanpa kendali. Sekitar 50 meter kemudian, kendaraan menyenggol material bangunan di pinggir jalan dan langsung terguling di area yang relatif landai.
Relawan Mengalami Luka dan Mendapat Perawatan Medis
Akibat kecelakaan tersebut, beberapa relawan mengalami luka-luka. Sugeng Karyono mengalami cedera pada paha kiri dan menjalani perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang. Korban lainnya, Joko Winarno (54), juga mengalami luka pada bagian pinggul.
Para korban sempat mendapatkan penanganan awal di fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Selanjutnya, relawan PMI memindahkan korban ke RSUD Tidar untuk perawatan lanjutan.
PMI dan Pemerintah Kota Menangani Dampak Kecelakaan
Ketua PMI Kota Magelang, Suryantoro, menyatakan bahwa kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan armada lama hasil pengadaan sekitar tahun 2004. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi evaluasi penting agar pengangkutan personel dilakukan dengan lebih aman dan kendaraan dipastikan dalam kondisi prima.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama Wakil Wali Kota Sri Harso membesuk para korban. Pemerintah Kota Magelang memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap relawan kemanusiaan.
