Bocah Berusia 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Bengkulu Tengah
Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam Setelah Terseret Arus Sungai di Bengkulu Tengah

Korban Berlibur Bersama Keluarga di Kawasan Wisata Kampoeng Durian
Seorang anak berusia 8 tahun bernama Abi, warga Bumi Ayu, Kota Bengkulu, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai kawasan wisata Kampoeng Durian, Kabupaten Bengkulu Tengah. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah menikmati waktu liburan bersama keluarga.
Pada awalnya, korban datang bersama dua saudaranya dan menghabiskan waktu dengan bermain serta mandi di kolam yang tersedia di lokasi wisata. Suasana liburan yang semula berjalan normal berubah menjadi duka ketika korban berpindah lokasi tanpa sepengetahuan keluarga.
Korban Berpindah ke Sungai dan Terseret Arus Deras
Saat hendak pulang, korban bersama saudaranya diduga menuju aliran sungai yang berada tidak jauh dari area kolam. Perpindahan ini terjadi tanpa pengawasan langsung dari keluarga.
Menurut keterangan bibi korban, Een, korban kemudian bermain di sungai sebelum akhirnya terpeleset. Kondisi arus sungai yang cukup deras membuat korban kehilangan keseimbangan dan langsung terbawa aliran air.
Situasi tersebut menyebabkan korban tenggelam dalam waktu singkat. Warga sekitar dan keluarga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan.
Warga Temukan Korban dan Bawa ke Rumah Sakit
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya menuju Rumah Sakit Daerah Sungai Lemau untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kejadian ini menambah daftar kecelakaan di kawasan wisata yang melibatkan anak-anak, terutama di area yang memiliki aliran air deras.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pengelola wisata untuk meningkatkan pengawasan serta kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar area berisiko seperti sungai.
