Pemkot Jakarta Timur Menata Pedagang di Jalan Raya Bogor Kramat Jati

Pemerintah Kota Jakarta Timur segera menata pedagang yang berjualan di tepi Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati. Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi jalan licin diduga memicu kecelakaan hingga menewaskan seorang pelajar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya meminta pemerintah memperbaiki kondisi jalan agar tidak membahayakan pengguna kendaraan. Menindaklanjuti arahan itu, Pemkot Jakarta Timur mengerahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan sejak Selasa malam.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan petugas meminta pedagang tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan. Penertiban tersebut menjadi langkah darurat untuk mengurangi potensi bahaya bagi pengendara yang melintas.

Pedagang Ikan Menampung Air Agar Jalan Tidak Licin

Pemkot Jakarta Timur juga memberikan perhatian khusus kepada pedagang ikan di sekitar Pasar Kramat Jati. Pedagang sebelumnya menggunakan air untuk menyiram ikan, tetapi air tersebut diduga mengalir hingga membasahi permukaan Jalan Raya Bogor.

Karena itu, pemerintah meminta pedagang menampung air bekas siraman menggunakan ember atau plastik. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah air mengalir ke jalan dan mengurangi risiko permukaan jalan menjadi licin.

Munjirin mengatakan pemerintah akan terus mengawasi kondisi kawasan tersebut sambil menjalankan penataan pedagang secara bertahap.

Pemkot Jakarta Timur Memindahkan Pedagang ke Area Pasar Kramat Jati

Selain melakukan penertiban sementara, Pemkot Jakarta Timur menyiapkan solusi jangka panjang. Pemerintah akan menggelar rapat bersama PD Pasar Jaya pada Jumat, 21 Agustus 2026, untuk membahas penataan pedagang di sekitar Jalan Raya Bogor.

Pemkot berencana memasukkan pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan ke dalam area Pasar Kramat Jati. Pemerintah akan menata kembali pedagang yang sudah berada di dalam pasar agar tersedia ruang bagi pedagang dari luar.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas perdagangan di badan jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna Jalan Raya Bogor, terutama setelah insiden yang menewaskan pelajar akibat kondisi jalan yang licin.