Korban Tewas Kereta Api Vs Mobil di Tebing Tinggi Bertambah Jadi 9 orang

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api dan Mobil di Tebing Tinggi Bertambah Menjadi Sembilan Orang

Korban Tewas Kereta Api Vs Mobil di Tebing Tinggi Bertambah Jadi 9 orang

Polisi memastikan pengemudi minibus meninggal setelah sempat dirawat kritis

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta api dengan minibus di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, kembali bertambah. Kepolisian memastikan total korban meninggal dunia kini mencapai sembilan orang setelah pengemudi mobil yang sebelumnya dirawat kritis dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 22 Januari 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan menyampaikan bahwa pengemudi minibus Toyota Avanza meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Dengan bertambahnya satu korban, seluruh penumpang dan pengemudi dalam kendaraan tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan fatal tersebut.

Kereta api menabrak minibus di perlintasan tanpa palang

Kecelakaan maut ini terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, di perlintasan kereta api tanpa palang yang berada di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Saat kejadian, minibus Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 1656 ABP melintas di jalur kereta api tanpa pengaman.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya menjelaskan bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh Abdul Kadir dan membawa delapan orang penumpang. Pada saat bersamaan, Kereta Api Sribilah Utama dengan nomor perjalanan KA U53 melaju dari arah Parapat menuju Tebing Tinggi dan langsung menghantam kendaraan yang melintas.

Warga telah memperingatkan pengemudi sebelum kecelakaan terjadi

Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, sejumlah orang sempat meneriaki pengemudi agar tidak melintas karena kereta api sudah terlihat mendekat. Namun, mobil tetap melaju dan masuk ke perlintasan rel, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras menyebabkan minibus ringsek parah dan para penumpang mengalami luka berat. Delapan penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan saat mendapatkan perawatan, sementara pengemudi sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal.

Polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi seluruh korban

Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Aparat melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi seluruh korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan saat melintas di jalur kereta api guna mencegah kejadian serupa terulang.