Pria asal Jatim yang Tenggelam di Muba Ditemukan Tewas
Tim SAR Menemukan Pria Asal Trenggalek Tewas di Sungai Batanghari Muba

Tim gabungan menemukan jenazah korban dua kilometer dari lokasi tenggelam
Tim SAR gabungan menemukan Nova Kurniawan (25), pegawai perusahaan perhutanan asal Trenggalek, Jawa Timur, dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Batanghari, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tim menemukan jenazah korban pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, atau hari ketiga pencarian sejak korban dilaporkan tenggelam.
Kepala Pelaksana BPBD Musi Banyuasin Marko Susanto menyatakan tim menemukan korban sejauh kurang lebih dua kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang. Setelah proses evakuasi, petugas langsung membawa jenazah ke Puskesmas Lubuk Bintialo untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu keputusan keluarga terkait pemulangan jenazah ke Jawa Timur.
Pencarian hari ketiga mengakhiri operasi SAR di Batanghari Leko
Tim SAR gabungan memulai pencarian hari ketiga sejak pukul 06.00 WIB dengan menyisir aliran Sungai Batanghari Leko dan area sekitarnya. Proses pencarian melibatkan BPBD Muba, Basarnas, serta unsur terkait lainnya yang sejak awal berkoordinasi intensif.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim menemukan jasad korban mengapung di aliran sungai. Dengan ditemukannya korban, tim SAR secara resmi mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan.
Korban terpeleset saat memancing dan terseret arus sungai
Peristiwa tenggelamnya Nova Kurniawan terjadi pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang memancing di pinggir Sungai Batanghari Leko, wilayah Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko.
Berdasarkan keterangan warga, korban terpeleset saat berada di tepi sungai lalu jatuh ke dalam air. Warga sekitar bersama rekan kerja korban segera melakukan upaya pertolongan, namun derasnya arus Sungai Batanghari membuat korban sulit diselamatkan.
BPBD Muba memastikan korban merupakan pegawai perusahaan HTI
BPBD Muba mengonfirmasi bahwa korban merupakan pegawai di salah satu perusahaan hutan tanaman industri yang berdomisili sementara di distrik perusahaan tersebut. Sejak laporan orang tenggelam diterima, BPBD langsung mengoordinasikan proses pencarian bersama tim SAR gabungan.
Kejadian ini kembali menyoroti risiko aktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus deras. Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di bantaran sungai.
