Kejar Jambret, Motor Bonceng 4 di Pamekasan Tabrak Tiang Toko-1 Tewas
Motor Bonceng Empat di Pamekasan Tabrak Tiang Toko saat Kejar Jambret, Satu Orang Tewas

Aksi penjambretan gelang emas berakhir tragis di Kabupaten Pamekasan, Madura. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan saat mengejar pelaku jambret. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 7 Januari 2026, sekitar pukul 11.15 WIB, dan langsung menyita perhatian warga setempat.
Korban Mengejar Pelaku Jambret di Jalan Desa Palengaan
Peristiwa bermula ketika empat orang berboncengan mengendarai satu sepeda motor melintasi Jalan Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Saat melintas di jalur tersebut, salah satu dari mereka menjadi korban penjambretan gelang emas oleh orang tak dikenal. Pelaku langsung melarikan diri setelah merampas perhiasan korban.
Tidak menerima kejadian itu, keempat korban spontan melakukan pengejaran. Mereka memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi dengan harapan dapat menghentikan pelaku. Situasi tersebut membuat perjalanan berubah berbahaya karena kondisi jalan desa yang sempit dan berkelok.
Motor Kehilangan Kendali di Jalan Menikung Pegantenan
Saat pengejaran berlanjut hingga Dusun Tacempah, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, pengendara motor kehilangan kendali. Di ruas jalan yang menikung, sepeda motor yang membawa empat orang tersebut melaju tidak stabil dan langsung menabrak tiang toko di pinggir jalan.
Rekaman kamera pengawas yang beredar kemudian memperlihatkan benturan keras tersebut. Akibat tabrakan itu, seluruh penumpang terpental dari sepeda motor dan tergeletak di badan jalan. Warga sekitar segera memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Polisi Menangani Korban dan Menyelidiki Kasus Jambret
Satu orang korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Korban diketahui berasal dari Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan. Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka berat, termasuk patah tulang, dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pamekasan.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus penjambretan tersebut. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Hingga kini, polisi belum memastikan jumlah emas yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku jambret. Aparat juga masih memburu keberadaan pelaku sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dan segera melapor ke pihak berwajib jika mengalami tindak kejahatan.
