Akibat Kecelakaan Kerja Parah, Wanita di China Jalani Operasi Transplantasi Telinga

Wanita di China Jalani Operasi Transplantasi Telinga Setelah Kecelakaan Kerja

Ilustrasi Telinga

Kecelakaan Mesin Pabrik Sebabkan Telinga Putus dan Dipindahkan ke Punggung Kaki

BEIJING, Liputan6.com – Seorang wanita di China mengalami kecelakaan kerja parah di sebuah pabrik di provinsi Shandong pada awal tahun 2025. Rambutnya tersangkut mesin berat, sehingga telinga kiri, sebagian kulit kepala, dan kulit wajahnya tercabut. Untuk menjaga jaringan telinganya tetap hidup, tim medis menempatkan telinga tersebut di punggung kaki wanita itu selama lima bulan.

Dokter Pilih Punggung Kaki Karena Pembuluh Darah Mirip Telinga

Tim medis memindahkan telinga ke punggung kaki karena ukuran pembuluh darah di area tersebut mirip dengan pembuluh darah telinga, sehingga mempermudah operasi pengembalian. Selama lima bulan, pasien menghadapi tantangan bergerak dan memakai sepatu, bahkan dokter menganjurkan ia berjalan lebih cepat untuk memperlancar peredaran darah di jaringan telinga.

Tim Bedah Jalani Operasi Sulit Selama 10 Jam

Pada Oktober 2025, dokter ahli bedah memulai operasi pengembalian telinga ke posisi semula. Proses ini berlangsung 10 jam karena pembuluh darah pada telinga hanya berjarak 0,2–0,3 milimeter. Tim medis menggunakan jarum dan benang lebih tipis dari sehelai rambut manusia untuk menjahit setiap pembuluh darah agar transplantasi berhasil.

Pasien Alami Kondisi Kritis Saat Awal Pemulihan

Setelah operasi, pasien berada dalam kondisi kritis karena aliran darah belum stabil. Tim medis terus memantau dan menstabilkan pasien hingga telinga kembali berwarna merah muda, tanda transplantasi berhasil. Meski telinga telah kembali ke tempatnya, bekas luka dan proses pemulihan tetap membutuhkan perhatian khusus.

Keberhasilan Operasi Berikan Harapan Baru

Prosedur ini menunjukkan keberhasilan tim medis dalam menyelamatkan jaringan telinga yang nyaris hilang akibat kecelakaan kerja. Perawatan lanjutan akan memastikan pasien dapat pulih sepenuhnya dan kembali menjalani aktivitas normal dengan fungsi telinga yang utuh.