Gegara Rok Pendek, Ibu dan Anak Korban Kecelakaan di Malaysia Ditolak Masuk Kantor Polisi

Ibu dan Anak Ditolak Masuk Polisi di Malaysia Karena Rok Pendek

Ilustrasi Rok. [Thinkstock/Getty Images/Image Source]

MALAKA, MALAYSIA – Seorang ibu berusia 56 tahun dan putrinya yang berusia 20-an ditolak masuk ke kantor polisi di Markas Kepolisian Distrik Jasin, Malaka, pada Minggu (8/12/2025). Penolakan terjadi karena petugas menilai rok yang mereka kenakan terlalu pendek, meski keduanya hendak membuat laporan kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan Memaksa Mereka Melapor

Keduanya sebelumnya mengalami kecelakaan di Jalan Tol Utara-Selatan saat dalam perjalanan dari Batu Pahat, Johor, menuju Kuala Lumpur sekitar pukul 14.00. Mobil yang mereka tumpangi ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain, yang ditumpangi sebuah keluarga muda.

Setelah kecelakaan, petugas mengarahkan kedua pihak untuk membuat laporan di kantor polisi setempat. Namun, begitu tiba, petugas menolak ibu dan anak tersebut karena rok yang mereka kenakan dianggap tidak memenuhi ketentuan berpakaian.

Harus Membeli Celana Panjang Agar Bisa Melapor

Ibu, yang bermarga Guo, menjelaskan panjang rok hanya sedikit di atas lutut dan menurutnya tidak termasuk rok pendek. Meski ia meminta pengecualian, petugas menolak karena khawatir akan mendapat sanksi jika membiarkan mereka masuk.

Guo dan putrinya akhirnya pergi ke pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli celana panjang agar bisa membuat laporan. Ia mempertanyakan kewajaran aturan tersebut dan menilai sulit untuk selalu membawa celana panjang saat bepergian. “Bagaimana jika kasusnya pembunuhan?” ujarnya, menekankan pentingnya fleksibilitas dalam kondisi darurat.

Kepala Polisi dan SOP Pemerintah

Kepala polisi distrik menjelaskan bahwa petugas bertindak sesuai prosedur operasi standar (SOP) pemerintah daerah, yang mengharuskan masyarakat memakai celana panjang atau rok yang menutupi lutut saat memasuki instansi pemerintah.

Seorang anggota dewan eksekutif Malaka menekankan bahwa SOP dapat dikesampingkan dalam kondisi darurat dan telah meminta investigasi internal oleh Kepala Kepolisian Malaka untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Pentingnya Fleksibilitas dalam Situasi Darurat

Insiden ini menunjukkan perlunya penyesuaian aturan resmi agar tidak menghambat warga yang membutuhkan bantuan cepat. Fleksibilitas SOP diharapkan agar petugas dapat tetap memberikan pelayanan, terutama ketika warga menghadapi kondisi darurat.